Sumenep, harianmadura.com – Kampus Universitas PGRI Sumenep yang dikenal dengan sebutan Kampus Taneyan Lanjheng mengadakan Rapat Senat dalam rangka Wisuda Perdana (ke-1) di Graha Adi Poday pada Sabtu, 22 November 2025.
Acara tersebut dihadiri oleh ribuan orang. Wisuda perdana ini menjadi momen bersejarah setelah transisi STKIP PGRI Sumenep menjadi Universitas PGRI Sumenep, dengan jumlah peserta sebanyak 575 wisudawan.
Rektor UPI dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda perdana ini, yang dianggap sebagai awal lahirnya generasi emas yang menjunjung tinggi intelektualitas dan martabat, baik di kancah regional, nasional, maupun internasional.
“Saya bersyukur dan bahagia hari ini kita melaksanakan wisuda perdana. Ini merupakan momentum besar yang menandai lahirnya generasi berintelektual tinggi di Kabupaten Sumenep dan Madura pada umumnya,” ucapnya.
Sementara itu, Roni Ardiyanto, Ketua PC GMNI sekaligus peserta wisuda, menyampaikan bahwa momen bersejarah ini bukan akhir dari perjuangan akademik, melainkan tahap awal pengabdian kepada masyarakat. Gelar yang diraih bukan hanya simbol, tetapi amanah untuk terus mengasah kemampuan dan berkarya bagi bangsa.
“Terima kasih kepada dosen, orang tua, dan sahabat yang selalu mendukung. Kami bangga menjadi bagian dari sejarah pertama UPI Sumenep. Gelar ini bukan sekadar simbol, melainkan amanah untuk terus berkarya, berjuang, dan memberi manfaat bagi bangsa,” ungkapnya.
Roni juga menambahkan bahwa generasi muda mampu berprestasi dan berkolaborasi untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Wisuda hari ini membuktikan bahwa anak muda Madura mampu bersaing, berprestasi, dan berkontribusi. Semoga langkah kami menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. Terima kasih UPI Sumenep atas ilmu dan pengalaman berharga. Kami siap melangkah ke dunia kerja dan pengabdian dengan semangat baru,” pungkasnya. (bib/srd)








